The 2011/12 UEFA Champions League final pits Chelsea FC against FC
Bayern München and evokes an eventful tie from the recent past, as well
as some mixed memories from previous European finals.
Previous meetings
2004/05 UEFA Champions League quarter-finals
• Chelsea 4-2 Bayern (J Cole 4, Lampard 60 70, Drogba 80; Schweinsteiger 52, Ballack 90pen)
• Bayern 3-2 Chelsea (Lampard 30, Drogba 80; Pizarro 65, Guerrero 90, Scholl 90+5)
Chelsea
triumphed 6-5 on aggregate to reach the semi-finals, where they lost to
Liverpool FC. Bastian Schweinsteiger, Frank Lampard, Didier Drogba,
Petr Čech and John Terry are the only survivors from the squads now, all
five playing both legs.
Bayern v English sides
Bayern
have already faced Premier League opposition this season, coming up
against Manchester City FC in the group stage when each side recorded a
2-0 home win. Overall the German club have played 35 matches against
English sides, winning 13, drawing 12 and losing ten with 51 goals
scored and 43 against. They have lost only once in Munich in 16 matches,
including ten victories – 2-1 versus Norwich City FC in the 1993/94
UEFA Cup second round – and have won four out of the last five contests
in Germany.
Chelsea v German sides
The Blues
went down 2-1 at Bayern 04 Leverkusen on matchday five having won 2-0
against the same opponents in London in the opening round of group
games. Of their 13 previous fixtures against Bundesliga sides they have
won seven and lost four, all those defeats coming in Germany – indeed
they have won only one of their six visits, 1-0 at VfB Stuttgart in the
2003/04 UEFA Champions League round of 16.
Final omens
Chelsea
did, however, emerge victorious in their only UEFA final against German
opponents, Gianfranco Zola scoring the only goal of the 1997/98 UEFA
Cup Winners' Cup showpiece against Stuttgart in Solna. For Bayern, the
omens are less positive; three of their previous European Cup finals
have brought them into opposition with English clubs and all but the
first – a 2-0 defeat of Leeds United AFC in 1974/75 – ended in
disappointment.
Aston Villa FC were 1-0 victors in Rotterdam seven
years later, before Bayern famously lost the 1999 UEFA Champions League
final to Manchester United FC in Barcelona. They were edged out by
Liverpool FC in the 2001 UEFA Super Cup, going down 3-2 in Monaco – they
will hope things turn in their favour at the Fußball Arena München on
19 May
Senin, 30 April 2012
Laga derby terbesar Liga Primer Inggris musim ini akan tersaji
di Stadion Etihad, Selasa (1/5) dini hari saat Manchester City menjamu
tetangga sekaligus seterunya Manchester United.
Anak-anak Manchester City, turun dengan rasa percaya diri tinggi terlebih setelah tiga kemenangan beruntun yang mereka peroleh.
Apalagi mereka memiliki rekor kandang yang menggetarkan dengan 21 kemenangan dengan 51 gol dicetak hanya dalam 17 pertandingan.
Selain itu, lini depan City semakin lengkap dengan berakhirnya masa hukuman Mario Balotelli.
Kini City memiliki empat pilihan penyerang namun nampaknya Mancini masih tetap akan memilih Carlos Tevez di lini depan.
Tevez kembali menjadi pilihan setelah dalam tiga pertandingan terakhir dia mencetak empat gol. Tevez akan didukung Sergio Aguero, Samir Nasri dan David Silva di lini kedua.
Sementara dengan formasi 4-2-3-1, Mancini akan menempatkan Yaya Toure dan Gareth Barry sebagai gelandang bertahan untuk meredam para gelandang United.
Di lini belakang, kekuatan City bertambah dengan pulihnya Micah Richard yang absen dalam laga melawan Wolverhampton akibat cedera lutut.
Meski berpeluang menggeser United, manajer Roberto Mancini berupaya untuk tetap menjejak bumi.
"Manchester United tetap lebih difavoritkan menjadi juara Liga," kata manajer asal Italia itu.
Secara metematis, United hanya membutuhkan empat angka lagi untuk memastikan gelar Liga Primernya yang ke-20.
Jika bisa mengatasi City di kandangnya, maka Wayne Rooney dkk hanya butuh hasil seri saja dalam pertandingan berikutnya melawan Swansea untuk memastikan gelar juara.
Namun, meraih kemenangan di Stadion Etihad bukanlah pekerjaan mudah seperti membalik telapak tangan.
Apalagi, dalam tiga pertandingan terakhir, United tidak tampil sempurna dengan mengemas satu kekalahan dan satu hasil imbang.
Menghadapi City, Sir Alex Ferguson nampaknya akan menggunakan skema klasik 4-4-2 dengan menempatkan Wayne Rooney dan Danny Welbeck di lini depan.
Sedangkan di lini tengah, Paul Scholes dan Michael Carrick akan menjadi jangkar permainan ditopang Nani dan Ryan Giggs di masing-masing sayap.
Lini belakang yang begitu rapuh saat menghadapi Everton, diharap bisa lebih berkonsentrasi menghadapi serangan yang pasti lebih variatif dari Manchester City.
Dan, Alex Ferguson menyadari betapa pentingnya laga ini bagi kedua tim.
"Jika City memenangkan pertandingan ini, maka mereka kemungkinan besar akan menjadi juara," ujar Fergie.
Lini depan lengkap

Roberto Mancini menyatakan United masih yang difavoritkan menjadi juara liga.
Apalagi mereka memiliki rekor kandang yang menggetarkan dengan 21 kemenangan dengan 51 gol dicetak hanya dalam 17 pertandingan.
Selain itu, lini depan City semakin lengkap dengan berakhirnya masa hukuman Mario Balotelli.
Kini City memiliki empat pilihan penyerang namun nampaknya Mancini masih tetap akan memilih Carlos Tevez di lini depan.
Tevez kembali menjadi pilihan setelah dalam tiga pertandingan terakhir dia mencetak empat gol. Tevez akan didukung Sergio Aguero, Samir Nasri dan David Silva di lini kedua.
Sementara dengan formasi 4-2-3-1, Mancini akan menempatkan Yaya Toure dan Gareth Barry sebagai gelandang bertahan untuk meredam para gelandang United.
Di lini belakang, kekuatan City bertambah dengan pulihnya Micah Richard yang absen dalam laga melawan Wolverhampton akibat cedera lutut.
Meski berpeluang menggeser United, manajer Roberto Mancini berupaya untuk tetap menjejak bumi.
"Manchester United tetap lebih difavoritkan menjadi juara Liga," kata manajer asal Italia itu.
Empat poin

Alex Ferguson berpeluang merebut gelar juara Liga Primer Inggris yang ke-20/
Jika bisa mengatasi City di kandangnya, maka Wayne Rooney dkk hanya butuh hasil seri saja dalam pertandingan berikutnya melawan Swansea untuk memastikan gelar juara.
Namun, meraih kemenangan di Stadion Etihad bukanlah pekerjaan mudah seperti membalik telapak tangan.
Apalagi, dalam tiga pertandingan terakhir, United tidak tampil sempurna dengan mengemas satu kekalahan dan satu hasil imbang.
Menghadapi City, Sir Alex Ferguson nampaknya akan menggunakan skema klasik 4-4-2 dengan menempatkan Wayne Rooney dan Danny Welbeck di lini depan.
Sedangkan di lini tengah, Paul Scholes dan Michael Carrick akan menjadi jangkar permainan ditopang Nani dan Ryan Giggs di masing-masing sayap.
Lini belakang yang begitu rapuh saat menghadapi Everton, diharap bisa lebih berkonsentrasi menghadapi serangan yang pasti lebih variatif dari Manchester City.
Dan, Alex Ferguson menyadari betapa pentingnya laga ini bagi kedua tim.
"Jika City memenangkan pertandingan ini, maka mereka kemungkinan besar akan menjadi juara," ujar Fergie.
Cristiano Ronaldo dan Lionel
Messi sangat "rakus" gol di musim ini. Siapa di antara mereka yang akan
meraih penghargaan top skorer Eropa dan menggondol Sepatu Emas?
Produktivitas kedua pemain itu sungguh luar biasa. Mereka sudah mencetak 43 gol dari 35 pekan La Liga, dan kemungkinan besar akan menambah koleksinya itu, karena klub mereka masih menyisakan tiga pertandingan.
Dari 43 gol tersebut, Ronaldo membuatnya dari 35 pertandingan, 11 di antaranya dari titik putih. Messi mencapai itu dalam 34 laga, enam via tendangan penalti.
Dalam daftar top skorer (liga-liga) Eropa, Ronaldo sudah dua kali memenangi Golden Shoe. Pertama di musim 2007/2008 dengan nilai 62, dari 31 gol yang dibuatnya bersama Manchester United. Di musim lalu ia mengulang sukses individunya itu dengan mendulang 40 gol bersama Real Madrid, dengan total poin 80.
Messi pernah satu kali mendapatkan penghargaan itu, di musim 2009/2010, saat mengumpulkan 34 gol.
Terakhir kali seorang pemenang Golden Shoe Eropa mencetak 43 gol adalah di musim 1993/1994, atas nama David Taylor, dari klub Liga Wales, Porthmadog. Jumlah gol terbanyak dalam semusim yang pernah dibuat seorang top skorer Eropa adalah 47, yang dicatat Dorin Mateu dari klub Rumania, Dinamo Bukarest, di musim 1976/1977.
Produktivitas kedua pemain itu sungguh luar biasa. Mereka sudah mencetak 43 gol dari 35 pekan La Liga, dan kemungkinan besar akan menambah koleksinya itu, karena klub mereka masih menyisakan tiga pertandingan.
Dari 43 gol tersebut, Ronaldo membuatnya dari 35 pertandingan, 11 di antaranya dari titik putih. Messi mencapai itu dalam 34 laga, enam via tendangan penalti.
Dalam daftar top skorer (liga-liga) Eropa, Ronaldo sudah dua kali memenangi Golden Shoe. Pertama di musim 2007/2008 dengan nilai 62, dari 31 gol yang dibuatnya bersama Manchester United. Di musim lalu ia mengulang sukses individunya itu dengan mendulang 40 gol bersama Real Madrid, dengan total poin 80.
Messi pernah satu kali mendapatkan penghargaan itu, di musim 2009/2010, saat mengumpulkan 34 gol.
Terakhir kali seorang pemenang Golden Shoe Eropa mencetak 43 gol adalah di musim 1993/1994, atas nama David Taylor, dari klub Liga Wales, Porthmadog. Jumlah gol terbanyak dalam semusim yang pernah dibuat seorang top skorer Eropa adalah 47, yang dicatat Dorin Mateu dari klub Rumania, Dinamo Bukarest, di musim 1976/1977.
Langganan:
Komentar (Atom)
